Tuesday, October 17, 2006

Material & Immaterial

Ramadan is almost over... i am coming to the final week and next monday idul fitri will come.

Every year i feel the same way during ramadan, at the beginning I feel it would be the longest month but at the end, it seems so fast.

And every year, I ask myself what i have been done during this holy month and the answer is always the same, just a few. I believe that it's not what you have been practised will bring your heart and mind close to Him yet somehow I think that those are your means to be able to feel close. We are material and He is so immaterial. So, how come you want to be close, let alone being blended, when the nature is so different?

And as always, this thought finally will make me pray for another ramadan next year...

Tuesday, July 04, 2006

Berulangtahun



Ulang tahunku kali ini terasa berbeda. Bukan hanya krn jauh dr rumah, karena sebenarnya ini kali ke-7, aku merayakannya tidak dengan keluarga. Tapi lebih karena peristiwa yang mendahului perayaan ulang tahun ini.

Kata orang, musibah itu bs datang kapan saja. Dan tepat seminggu sebelum hari terakhir di bulan juni, musibah itu datang.Karena fake email kiriman dr orang yg ingin mencari uang dengan cara cepat, tabungan yang kukumpulkan sedollar demi sedollar:), raib tak bersisa. Akhirnya perayaan yang sedianya akan mengumpulkan teman2 yang sama2 jauh dr rumah, terpaksa dibatalkan.

Ada banyak hal yang berbeda di ulang tahun kali ini. Musibah ini membuat aku semakin sadar bahwa sebenarnya kita tidak punya kuasa apa2 terhadap apa yang selama ini kita anggap sebagai hak milik. Bahwa ada banyak teman yang menyayangiku yang dengan rela datang dan berbagi kala musibah itu datang (bahkan yang tidak bs hadir secara fisik, luv u). Bahwa keterikatan terhadap materi itu menyakitkan. Bahwa aku masih harus banyak belajar terutama belajar untuk merasakan, seperti kata WS Rendra:

...ketika langit dan bumi bersatu
musibah dan keberuntungan sama saja.

Monday, June 19, 2006

Run To You _ Whitney Houston

I know that when you look at me
There's so much that you just don't see
But if you would only take the time
I know in my heart you'd find
A girl who's scared sometimes
Who isn't always strong
Can't you see the hurt in me?
I feel so all alone

I wanna run to you (oooh)
I wanna run to you (oooh)
Won't you hold me in your arms
And keep me safe from harm
I wanna run to you (oooh)
But if I come to you (oooh)
Tell me, will you stay or will you run away

Each day, each day I play the role
Of someone always in control
But at night I come home and turn the key
There's nobody there, no one cares for me
What's the sense of trying hard to find your dreams
Without someone to share it with
Tell me what does it mean?


(chorus)

I need you here
I need you here to wipe away my tears
To kiss away my fears
If you only knew how much...


(I wish you knew how much I wanna run to you now!)

Stevie Wonder - Overjoyed


Over time,
I've building my castle of love Just for two,
though you never knew you were my reason
I've gone much too far for you now to say
That I've got to throw my castle away

Over dreams,
I have picked out a perfect come true
Though you never knew it was of you I've been dreaming
The sandman has come from too far away
For you to say come back some other day

And though you don't believe that they do
They do come true
For did my dreams
Come true when I looked at you
And maybe too, if you would believe
You too might be
Overjoyed, over loved, over me

Over hearts,
I have painfully turned every stone
Just to find, I had found
what I've searched to discover
I've come much too far for me now to find
The love that I've sought can never be mine

And though you don't believe that they do
They do come true
For did my dreams
Come true when I looked at you

And maybe too,
if you would believe
You too might be
Overjoyed, over loved, over me

And though the odds say improbable
What do they know
For in romance All true love needs is a chance
And maybe with a chance
you will find
You too like I
Overjoyed, over loved, over you, over you

Due Date, Masalah, dan Sahabat

Pernahkah kamu merasa berada dalam satu kondisi yang membuat dirimu harus menguatkan hati dan berusaha untuk tetap tenang meskipun sebuah kesulitan ada di depan mata?. Situasi seperti itu pastilah sering dialami setiap orang. Situasi dimana kita harus tergesa-gesa menyelesaikan sesuatu tapi di saat yang sama tiba-tiba saja ada hal lain yang menghalangi keinginan kita. Halangan itu bukan datang dari kita tapi lebih karena faktor teknis yang terdengar sepele tapi benar2 mengganggu.

Mau contoh? Misalnya saja seseorang sedang dikejar2 due date assignment yang tinggal 3 hari lagi. Meskipun sudah mepet tapi dia sudah punya rencana yang matang untuk bagaimana dengan cara yang efektif menyelesaikan papernya itu dalam waktu yang tersedia. Tapi, apa hendak dikata tiba2 saja koneksi internetnya bermasalah sehingga dia jadi tidak bs browsing bahan2 yang diperlukannya untuk paper. Well, masalahnya tidak hanya berhenti sampai disitu. Semua teman yang dia minta untuk menolong sedang sibuk, tidak ada di tempat, atau mungkin memang tidak peduli. Jadi, dia benar2 dalam posisi yang serba bingung, marah, kesal, dan merasa sendiri.

Mungkin banyak orang yang bisa segera pulih dari keadaan yang tidak menguntungkan itu. Tapi aku yakin banyak juga yang akhirnya merasa putus asa bahkan mungkin sampai harus mengeluarkan air mata. Eits, jangan keburu menganggap hal seperti itu sepele. Karena sebenarnya kesulitan di saat kita diburu2 sesuatu sangatlah menjengkelkan. Tapi, anehnya justru itulah yang sering terjadi. Yang terpikir olehku adalah seolah-olah kita sedang diuji sampai seberapa jauh kita mampu untuk mengendalikan rasa marah, kesal, dan terpinggirkan itu menjadi sebuah semangat untuk lepas dr himpitan permasalahan.

Tanpa bermaksud menggurui, ada hal yang sama yang kurasakan setiap baru saja mengalami situasi seperti itu. Rasa terpuruk jika memilih untuk menyerah pada keadaan atau sebaliknya perasaan tercerahkan tiap kali berhasil mengendalikan emosi. Orang bijak berkata, hidup itu ditentukan respon kita terhadap tiap masalah. Jika respon yang kita berikan negatif, alhasil akan membawa keterpurukan. Tapi, sebaliknya jika respon kita positif, niscaya segala sesuatu akan terasa mudah untuk dijalani.

Ada satu hal lain yang juga penting yaitu dukungan dr orang2 sekitar kita. Kadangkala dalam situasi seperti itu ucapan yang menenangkan dari seorang teman bisa sangat membantu. Tapi sebaliknya ucapan yang sambil lalu atau bahkan tidak mendukung sama sekali akan sangat berpengaruh dalam respon kita terhadap masalah itu. Dan disaat seperti itu, kamu akan tahu bahwa perhatian seringkali datang dari orang yang tidak disangka-sangka. Orang yang kemudian kamu sadari bahwa perhatiannya benar tulus dan membuat kamu percaya bahwa hidupmu akan terasa mudah bila bersamanya.

Note: Buat seseorang yang sudah enam bulan ini menjadi tetangga sebelah kamarku: terimakasih. Kamu harus tahu bahwa hidup akan terasa mudah jika andai saja semua orang seperti kamu.

Saturday, June 17, 2006

Energi bertajuk rindu...

Semua orang pasti pernah merasakan perasaan rindu. Dan lazimnya, rindu itu mucul karena keterpisahan ruang atau keterjarakan waktu dengan obyek kerinduan. Dan itu lah yang kuyakini selama ini. Tapi, keyakinan itu entah sudah beberapa waktu belakangan ini pelan2 memudar. Korelasi positif antara kerinduan dan keterpisahan atau keterjarakan, tidak lagi menjadi harga mati. Karena ternyata meskipun baru saja bertemu atau malah baru saja ngobrol, bisa jadi rindu itu tetap muncul.

Aneh memang, karena semestinya ketika sudah mengobrol banyak bahkan sampai berjam-jam, rindu itu hilang. Tapi sebaliknya, yang muncul tetap perasaan yang sama. Perasaan yang mendesak-desak, seolah2 ingin dikeluarkan. Dan ketika itu semakin menguat, ia berubah menjadi seperti energi dalam tubuhmu. Ia membuatmu merasa bersemangat melakukan aktivitas harianmu, bisa jadi kerja, kuliah, atau mungkin mengerjakan paper yang jumlahnya ribuan kata. Atau ia bisa membuatmu tetap bisa tersenyum meskipun sebenarnya sedang sakit atau baru saja mengalami kecelakaan. Ia bisa membuatmu tetap merasa hangat meskipun cuaca mungkin sedang sangat tidak bersahabat. Ia membuatmu memikirkan hal2 yang sebelumnya tidak ada dalam rencana hidupmu. Ia membuatmu merasa rindu itu seolah terobati walau hanya bertemu atau bicara dengan orang2 dekatnya.

Meskipun kadang ia terasa mengganggu krn terus mengahantui pikiranmu, nikmati saja. Karena sesungguhnya ia datang dengan membawa energi....energi yang bertajuk rindu……..

melb, 11.46 p.m. (after spending another meaningful conversation with you..)

Thursday, June 15, 2006

Tentang Menulis....

Sudah cukup lama jurnal pribadi ini tidak bertambah isinya. DAn aku baru sadar kalo postingan pertama blog ini dimulai setahun yang lalu, juni 2005. Sekarang sudah juni lagi setahun berikutnya dan begitu banyak yang sudah berbeda. Hanya satu yang sama, hujan tetap turun di bulan juni ini meskipu sudah berjarak ribuan kilometer dari rumah.

Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa hari ini akhirnya aku ingin kembali menulis. Alasan utama tentu saja krn memang keinginan menulis itu selalu ada. Tiba-tiba teringat salah satu teman yang pernah bilang bahwa menulis itu adalah proses lanjutan dari kegiatan membaca. Jadi dengan menulis, kita menuangkan kembali apa yang sudah kita peroleh. Dalam proses penuangan itu, ada proses2 lain yang boleh jadi akan kita lakukan seperti membandingkan, menganalisis, memberikan dukungan atau sebaliknya mengkritisi. Dan proses-proses inilah yang jika kita lakukan dengan terus menerus akan mengantarkan kita untuk selalu berpikir logis, kritis, dan analitif.

Tapi pertanyaannya apa semua itu cukup untuk menjadikan kita (paling tidak yang terwakilkan dalam tulisan) menjadi pribadi yang tidak bias, bebas dr prangka dan objektif. Well, sepertinya jawabannya tidak. Karena seringkali kita lihat ada banyak tulisan yang logis, kritis, dan analitif dengan bukti2 yang sangat meyakinkan tapi isinya sangat bias, berprasangka, tidak objektif dan sarat dengan pembenaran terhadap pendapat atau nilai2 yang dianutnya sendiri.

Menulis memang selalu mempunyai tujuan. Jika sedari awal, menulis memang ditujukan untuk mempertahankan pendapat atau keyakinan kita sendiri, maka bisa dipastikan bahwa tulisan itu tidak akan memberikan objektivitas. Tapi, jika dari awal, tulisan itu diniatkan untuk mencari “kebenaran” maka ia akan dengan sendirinya akan memberikan ruang bagi pendapat atau keyakinan lain untuk juga dieksplorasi, dianalisis dan dikritisi. Dan boleh jadi apa yang kita yakini di awal tulisan, akan berubah menjadi sesuatu yang berbeda krn kita menulis dengan pikiran yang terbuka.

Kembali ke alasan kenapa akhirnya aku ingin kembali menulis disini adalah krn alasan waktu. Yah, semenjak resmi bergelar “desperate postgraduate student” hari2 adalah hari2 mengerjakan assignments. Jadi, sebenarnya kegiatan menulis itu tetap berlangsung tapi dalam bentuk dan media yang berbeda. Ini juga yang akhirnya mendorong untuk rajin menulis. Ketika mengerjakan paper yang beribu2 kata itu, barulah sadar kalau kemampuan menulisku benar-benar parah!. Dan ada satu alasan lagi yang sebenarnya ikut mendorong keinginan menulis. Terinspirasi setelah membaca blog seseorang yang meskipun content-nya tentang hal yang tidak kumengerti, bisa membuatku betah membacanya. Entah karena memang tulisannya itu bisa mengalir dengan gaya bahasa yang sangat mudah diikuti atau bisa jadi karena dalam proses membacaku sudah ada nilai lain yang ikut mempengaruhi. But, anyway, terimakasih…

Jadi, selamat datang kembali di Hujan Bulan Juni’s Page.......

Saturday, February 25, 2006

Starting so-called "New Phase of Life"

I am assuming that most of us would agree if I say that everyone surely experiences at least 4 phases in their lives: school, university, working and marriage phase. Some of us, probably experience more than these, for instance some period between school and university (gak lulus UMPTN mungkin ), some period between having relationship (pacaran) and marriage which usually called engagement, or after working for some time, instead of getting married, you get opportunity to be a student again (Postgraduate).

No matter the phases, the situation is almost the same. You will experience some stages. Firstly, you are very exciting with so-called new phases whether becoming school students (remember your first “high school skirt or trousers”) or becoming university students (remember when your name was on newspaper stating that you pass the national examination), getting your first work and maybe your “first legally night” spending with the one you love.

However, this excitement will soon become unpleasant feeling, which based on my own experience, lead to a devastation. These unpleasant feelings include anger, sadness, loneliness, homesickness, confused, doubtful and things like this. These are likely to feel because you do not satisfied with your so-called "new phases of life", and you keep questioning your self, is it that you really want? Perhaps, this stage is the most difficult stage since you become isolated, blaming all things or even blaming your self. You do not know where to go for help and sooner or later, you will miss your old life. You remember all things that happened and all people (friends, family, and colleagues) in old time and wish they here for you now. In fact, they don’t and they can’t!


The third stage is the stage when you realize that you have to overcome those feelings. And you start to seek help and supports. These may come from your old phase of life such as friends from school and family. You talk to them, telling your problem and they will try to remind you what your reason for starting new life is. Moreover, they will tell how fortunate you are because of experiencing such great opportunity. Or perhaps, the supports come from your new phase of life itself. You talk to your new friends, teachers, or lecturers. They will tell the same things which are basically an attempt to encourage you, give back your motivation, make u feel you were meant to be just the way you are exactly.

If you come to the third stage, you will find your way to start your so-called “new phase of life”. But if you don’t, the only thing that you want is you wish you were someone else, someone that doesn’t have to be here but elsewhere!
Melbourne, in the middle of night
(Wish I was there….)

Friday, June 17, 2005

Welcome to Hujanbulanjuni.blogspot.com


Hi,
Selamat datang di Hujanbulanjuni.blogspot.com.

Nama ini diambil dari Puisi Sapardi Joko Damono. Aku suka sekali dengan Puisi ini dengan alasan yang sangat personal. Aku suka hujan, dan aku lahir di penghujung bulan Juni.